Send As SMS

kokleq

Assalamu'alaikum........

Sunday, March 23, 2008

KAU DAN AKU

Kau dengan matamu aku dengan mataku
Menatap kita bersama tapi tidak saling tatap
Kau dengan telingamu aku dengan telingaku
Mendengar kita lantunan yang berbeda
Kau dengan tanganmu aku dengan tanganku
Memegang erat untaian yang tak berujung
Kau dengan kakimu aku dengan kakiku
Berjalan kita bersama tapi tidak arah yang sama
Kau tuju kesana ku menuju kesana
Dari sini kita bermula
Disana....
Mungkinkah kita akan bersua...?

Kokleq_22.47_210308

Wednesday, March 19, 2008

OMBAK JIWA

saat deru ombak menggema menghempas pantai
seakan terlena jiwa yang terbuai kelembutan bayu
terbang bersama bulir buih yang pecah berhamburan
tak lama kian menghilang
sunyi sesaat, namun tak lama berselang
ombak itu muncul dan pergi menggeranyangi bibir pantai lagi
tapi jiwaku yang terbang dan hilang bersama teriakannya tak pernah kembali
pergi ....walau ku tau tak untuk selamanya
kemelut jiwa yang datang silih berganti
bergulung-gulung menggerayangi jiwaku......ya seperti ombak itu
hanya...ia tak pernah terhempas pecah
tak pernah menabur buih dipinggir pantai jiwaku yang sepi
ia terus bergemuruh...
terus saja begitu...ya...tak pernah sampai kebibir pantai jiwaku dan menderu

kokleq_140308_21.40

Wednesday, January 23, 2008

TAK ADA

Hanya sebuah bayangan yang menjelma
Yang terkadang menghilang, datang dan berlalu
Tak pernah menyapa dan tanpa permisi
Kadang menggelayut dihati dan hilang dikegelapan
Dibawah sinar mentari ia tak pernah hadir
Bukan peri kegelapan....bukan
Tapi dikehidupannya ia tak pernah tau diriku
Namun ia selalu menghampiriku
Dimana ku tempatkan ia
Tak ada...tapi selalu ada

Kokleq_21.10_130108

TATAPANMU

tatapanmu begitu tajam pagi ini
seakan ingin menerkam
tingkahmu aneh, tak seperti pagi yang lalu
kau tersenyum manis bagitu mataku terbuka
ingin ku congkel mata indahmu
agar kau tau memang indah matamu..(kata bang Iwan)
tapi pagi ini, juga ingin kucongkel matamu
bukan karena indah, tapi.....
aku tak sanggup melihat tatapanmu seperti itu...
ternyata kau telah terkena rabies....

Kokleq_08.45_180108

Wednesday, January 09, 2008

PERJALANAN JIWA

kumasih disini menatap sepi
mendengar nyanyian jangkrik dan riak jram dibantaran sana
hanya sesekali sayup tak pasti suara tong berlensa dipojok ruang belakang
terseret oleh gelombang jiwa, yang menyeretku entak kemana
tak tentu arah
kadang ketimur, kadang kebarat, kadang juga ke.......kadang-kadang?
sulaman kain impian yang dirajut dengan benang keraguan
menggunakan jarum ketidak pastian
sesekali tertusuk terluka sanubari bernanah
menanggung lara satu dua hari bahkan sampai berbulan
mesku luka sesekali duka kadang menghampiri namun tetap dijalani

kokleq_22.45_231207

MIMPI PAHIT YANG TERBELI

luruh sebelum merekah
menukik dan terhempas menyerang
kapan tiba sampai kemana
hanya mengernyit dahi, hening menanti
tik....tik.....tik.....perlahan waktu beringsut
juga tak ada jawaban
menanti jua akhirnya


mengumpat, makian indah
pujian, sanjungan jahannam
tak pernah ada yang nyata
hanya anggapan belaka
didepan mata kenyataan
dibelakang penuh penyimpangan
tak berarti, hanya sebesar zarrah
kapan berhenti, sampai ku mati.....?
tidak, bukan..


tak tau ku mengapa
yang pasti ingin terburai
mungkin ada, tapi kemana dan untuk siapa
yang pasti hanya aku yang merasa
tak ada apa-apa
menunggu.....sampai kapan
dua detik lagi....


tak pernah terbayangkan
meski hanya sekelebat mimpi
duniamu.....ya punyamu
meski ku katakan ini punya kita
tapi kau tak melihat keperluan
kau bilang harus seperti ini
namun jalannya kau hancurkan
kau bilang tak boleh kesana
kau yang pertama

kokleq_16.30_141207

Saturday, January 05, 2008

DEMIKIAN

Saat jiwa meronta, otak seakan tak berfungsi
Berpikir menggunakan hati yang telah dilingkupi dengan kehitaman yang pekat
Sedalam jiwa menyelam tapi tak menemukan mutiara yang diharapkan
Hanya bangkai kotor yang semakin ternoda, menghabiskan
Kegelapan semakin gelap saat tak ada yang peduli dengan kepekatannya
Akan tetapi cobalah untuk menggeser kearah barat jika jiwa bergerak timur
Kau akan menemui sebuah titik terang yang akan menjadi sebuah panduan dalam pencarianmu
Sampai kapan engkau akan tetap melangkah kesana sedangkan jiwamu berkata lain
Kecuali engkau tak peduli
Yakinlah bahwa masih ada titik yang sangat jarang orang menemuinya disaat itu
Ini akan menjadi sebuah pelajaran yang dipelajari dari pelajaran yang sudah ada sebelumnya
Cobalah bercermin, walau cerminnya pecah kan masih bisa dipakai sedikit
Mengertilah, karena orang-orang hidup dengan pengertian
Mulailah dari hal yang kau anggap tak ada jalan keluar
Carilah….pasti ada jalan
Jangan katakan banyak jalan menuju roma
Tapi berjalanlah sampai kau melewati semua yang kau lewati hingga kau sampai dititik engkau berdiri semula
Orang-orang mengatakan ini dan itu jangan pernah peduli
Tapi tanyakan pada orang-orang yang sudah mati, karena mereka tak pernah bisa berbohong lagi.
Ya....demikianlah

Kokleq_14.31_050108

Wednesday, January 02, 2008

TERKA

kadang manusia tak pernah menyangka apa yang seharusnya dipirkan
tapi manusia malah memikirkan apa-apa yang menjadi tebakan
sangat jarang manusia memikirkan untuk apa yang harus dilakukan
mereka hanya melakukan agar tak sama seperti yang diterka
dari atasan mereka acap bahkan semua dibantah
dari bawahan mereka meyakini
inilah yang terbaik jika bawahan berucap kata yang cocok dengannya
dan mereka akan melakukan yang sebaliknya jika mereka mengatakan yang terbalik dari yang dia suka

kokleq_21.09_020108

Saturday, June 02, 2007

TERKADANG


terkadang....
manusia selalu menginginkan yang terbaik
mau yang ini dan yang itu
yang jelas pasti yang anu

terkadang..
manusia tak ingin melepas yang sudah dipegang
yang sudah dipegang erat pastinya
ya...seerat serat yang melekat

terkadang...
manusia ingin membuang semua kenangan
yang pahit pastinya
tanpa peduli apa itu harus atau tidak
keputusannya tetap dan sudah bulat
tak sedikit bergeser...harus dibuang
tanpa dipikirkan
mungkin suatu saat ia akan menelan lagi kenangan yang pernah ia buang

tekadang..
manusia tak pernah berpikir
apa yang mesti dipikir
walau itu seharusnya menjadi bahan pikiran

terkadang...
manusia seenaknya bicara
tanpa pernah melihat
kepada siapa ia berkata
untuk apa ia berbicara
seenaknya melepaskan kata-kata

haruskah kita menjadi orang seperti yang TERKADANG....?